Agribisnis Peternakan

         Pertanian merupakan sistem pengolahan sumber daya alam, penghasil bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi untuk mengelola lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia. Pertanian dalam arti sempit berarti kegiatan bercocok tanam atau mengusahakan tanaman untuk diambil hasilnya, sedangkan pertanian dalam arti luas berarti pertanian terdiri dari 5 bidang kegiatan yang segala kegiatannya berhubungan dengan perkebunan, kehutanan, hortikultura, perikanan, dan peternakan.
Agribisnis adalah suatu sistem, yang sangat berbeda dengan paradigma lama yaitu hanya berorientasi terbatas pada pengembangan subsistem uasahatani/ternak saja melainkan membangun ekonomi berbasis peternakan adalah membangun keseluruhan subsistem agribisnis secara simultan dan terintegrasi vertikal mulai dari hulu hingga hilir.

(1) Subsistem agribisnis hulu peternakan (uptream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sapronak (industri pembibitan, pakan, obat obatan, vaksin, peralatan dan lain-lain)

(2) Subsistem usaha/budidaya peternakan (on-farm agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sapronak untuk menghasilkan komoditi peternakan primer

(3) Subsistem agribisnis hilir peternakan (downstream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah komoditas peternakan primer menjadi produk olahan (industri pengolahan: daging, susu, telur, kulit, industri restoran dan makanan/food service industries serta perdagangannya)

(4)  subsistem penunjang (supporting institution) yaitu kegiatan ekonomi yang menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh ke tiga subsistem lainnya seperti transportasi, penyuluhan dan pendidikan

         Agribisnis peternakan adalah suatu usaha pada peternakan yang kegiatannya melandasi pada tujuan komersil dengan ternak sebagai alat produksinya. Agribisnis peternakan sebagai suatu usaha, sehingga peternak harus memepunyai manajemen dan kewirausahaan di samping kemampuan teknis beternak yang merupakan syarat utama dan mutlak. Ketiga kegiatannya harus dimiliki secara seimbang dalam menjalankan suatu peternakan. Agribisnis peternakan juga dapat dikatakan sebuah sistem pengelolahan ternak secara terpadu dan menyeluruh, yang dapat meliputi kegiatan pembuatan (manufacture) dan distribusi sarana produksi ternak, kegiatan usaha produksi (budidaya), penyimpanan dan pengolahan, penyaluran dan pemasaran produk dari peternakan yang didukung oleh lemabaga penunjang. Kegiatan ini mempunyai hubungan yang erat sehingga jika ada gangguan pada salah satu kegiatan akan berpengaruh terhadap kelancaran seluruh kegiatan dalam binis.

Komentar